Selasa, 17 Juli 2018

Dinamisme – fleskibilitas


Dinamisme – fleskibilitas
            Membincang soal asmara memang tidak ada habisnya, perosalan cinta muda-mudi terutama dinamikanya bak rollercoster mengiringi kisah cinta kaum muda. Mulai nggak berani nembak, putus cinta hingga nikung pacar orang. Konon katanya, pacar yang didapat dari hasil nikung kompetitor asmara itu lebih “menantang” dan kayak lebih puas perjuangannya daripada hanya melalui PDKT biasa, meskipun endingnya kalau udah bosan putus dan cari yang lain atau  cari yang lain baru putus hehehe.
            Tulisan receh ini akan mendiskusikan perihal mahdzab (aliran) asmara yang kami (mengapa kami ? karena istilah ini berawal dari obrolan ringan bersama kawan-kawan) sebut sebagai mahdzab “ Dinamisme – Fleksibilitas”. Mari kita kupas akar katanya dulu. Secara etimologi akar kata dinamisme adalah dinamis + isme (semacam untuk menyebut aliran, ex: marxisme,komunisme dll)  dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) dinamis artinya menyesuaikan diri dengan keadaan (baca: adaptif), adapun kata Fleksibilitas dalam KBBI artinya luwes, mudah menyesuaikan diri.  Jika digabungkan, secara terminologi dalam konteks asmara Dinamis – Fleksibilitas adalah kemampuan dan kemauan seorang pasangan laki-laki dan perempuan untuk menjalani pseudo hubungan asmara, simpelnya saling suka tapi ya sudah jalani saja kira-kira begitu.
            Penganut mahdzab ini mengandaikan adanya prasyarat antardhin (meminjam istilah bai’) atau saling rela dalam menjalani hubungan tanpa ikatan artinya keduanya saling berkomitmen untuk hanya “sekedar jalan saja” tidak ada dusta diantara keduanya,melainkan sama saling mengetahui-mengerti-dan memahami kondisi masing-masing. Biasanya langkah ini diambil karena keduanya mengerti jika perasaan cinta tidak berarti apa-apa tanpa adanya akad nikah, berhubung keduanya belum siap menikah maka mereka menjalani saja. Menjalani yang dimaksud disini antara si laki-laki dan perempuan bebas menjalani aktivitasnya tanpa ada kekangan dari salah satu dari keduanya , bebas sebebasnya termasuk bergaul dengan lawan jenisnya. Layaknya seperti hubungan filsuf Prancis Satre dan Beauvoir hubungan mereka Independent karena tidak ingin melumpuhkan kebebasan masing-masing,  mereka bebas menjalin hubungan dengan siapapun tanpa mengendorkan komitmen cinta mereka.
            Kembali ke Dinamisme – Fleksibilitas, mengenai batasan-batasan dalam kebebasan penulis menyerahkan kembali pada akad antara keduanya baik akad secara langsung maupun tidak langsung. Loh maksudnya tidak langsung? Iya akad itu terjalin dalam hati mereka, seakan hati mereka bilang “iya kita saling suka, ya udah kamu jalani aku jalani aktivitasku,kamu juga jalani aktiviasku nanti kalau udah siap kita nikah” mustahil? Cinta gak mengenal kata mustahil guys.
 Memang penganut mahdzab ini rawan “terjatuh” pada  lubang penindasan asmara yang familiar disebut buaya darat. Buaya darat disini tidak mengenal gender bisa si laki-laki atau perempuan, misal: dalam sebuah hubungan tidak ada kesepakatan baik secara langsung maupun tidak langsung , atau malah tidak ada kesepakatn sama sekali, dan keduanya tak saling memahami, maka yang terjadi dalam jangka waktu tertentu bisa saja si perempuan men-judge si laki-laki  tukang PHP, atau buaya darat dsb. Atau si laki-laki men-judge si perempuan playgirl, matre dst. So’ kalian harus waspada guys!
            Muara akhir pasangan  penganut madzab ini jika sudah sama-sama siap untuk menikah mereka akan menikah, tapi jika dalam perjalanannya mereka tidak memungkinkan untuk menikah entah karena tidak dapat restu otang tua seperti kisah Mas Pur, atau kepenggak hitungan Jawa dst, masing –masing dari pasangan ini akan berkeyakinan bahwa memang mereka tidak ditakdirkan berjodoh oleh Tuhan. Sesimpel itu!. Patah hati? Tentu, tapi penganut Dinamisme – Fleksibilitas tak akan galau berkepanjangan, segera move on cari yang lain dan yang se mahdzab tentunya. Gimana dek, mau sama mas ikut madzab itu? Hehehe.   

           

Share:

2 komentar:

  1. Gagasannya menarik, tapi isinya kurang memprovokasi pembacanya.

    BalasHapus